Aturan Baru SBMPTN

JAKARTA, KOMPAS.com — Siswa atau calon peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2013 atau jalur masuk PTN dengan ujian tertulis dan ujian keterampilan dapat memilih tiga program studi yang berbeda.

Ketentuan baru tersebut disampaikan Ketua Umum Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2013, Akhmaloka, Jumat (15/3/2013) malam, di Jakarta.

SBMPTN yang merupakan jalur masuk PTN melalui ujian tertulis dan ujian keterampilan adalah nama baru yang tahun-tahun sebelumnya bernama Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). SNMPTN kita dipakai untuk jalur masuk PTN melalui jalur prestasi atau undangan.

Dalam SBMPTN 2013, untuk kelompok ujian saintek, siswa dapat memilih tiga program studi sains dan teknologi. Bagi kelompok ujian soshum, siswa bisa memilih tiga program studi sosial dan humaniora. Adapun kelompok ujian campuran, dapat memilih program studi campuran dari kedua kelompok itu.

”Peserta ujian yang memilih dua program studi atau tiga program studi, salah satu pilihan program studinya harus dari PTN yang berada dalam satu wilayah dengan tempat peserta mengikuti ujian,” kata Akhmaloka.

SBMPTN 2013 diikuti 62 PTN dengan tambahan PTN baru, yakni IAIN Walisongo, Semarang. Seleksi ini dapat diikuti siswa yang telah lulus Ujian Nasional 2011, 2012, dan 2013. Adapun SNMPTN 2013 hanya diperuntukkan bagi siswa yang akan lulus UN tahun 2013.

Pendaftaran

Jadwal pendaftaran secara online SBMPTN 2013 akan dibuka 13 Mei pukul 08.00 hingga 7 Juni pukul 22.00. Adapun ujian tertulis pada 18-19 Juni 2013 dan ujian keterampilan pada 20 dan/atau 21 Juni 2013. Hasil SBMPTN akan diumumkan 12 Juli 2013.

Sekretaris SBMPTN Rohmat Wahab menambahkan, biaya pendaftaran bagi kelompok ujian saintek dan soshum masing- masing Rp 175.000. Adapun untuk kelompok ujian campuran Rp 200.000.

Wahab memberi penjelasan, SNMPTN 2013 yang merupakan jalur prestasi atau undangan diikuti 762.690 siswa dari jumlah total 1,8 juta siswa kelas XII yang terdaftar di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) SNMPTN. Dari seleksi berbasis prestasi akademik dan non-akademik, diharapkan dapat diterima 135.381 siswa di 61 PTN.

Sistem PDSS akan diaktifkan kembali Agustus mendatang agar sekolah dapat secara bertahap memasukkan semua data siswa kelas XI dan X lebih lengkap. Harapannya, pada saat pendaftaran seleksi tahun 2014 sekolah tidak terbebani. (LUK)

 

Sumber :
Kompas Cetak
Editor :
Caroline Damanik
 Penulis : Luki Aulia | Sabtu, 16 Maret 2013 | 09:59 WIB

24.770 Siswa Mendaftar ITS Lewat SNMPTN

Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 hanya akan menggunakan syarat nilai rapor, prestasi lain serta hasil ujian nasional (UN).

SURABAYA, KOMPAS.com - Sebanyak 24.770 siswa mendaftar studi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya lewat jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013.

“Hingga penutupan pada Senin (11/3/2013) pukul 22.00 WIB, pendaftar ITS mencapai 24.770 orang, padahal pendaftar tahun lalu hanya mencapai 10.446 pendaftar, jadi ada peningkatan,” kata anggota Humas SNMPTN dari ITS, Dr Ismaini Zain di Surabaya, Selasa (12/3/2013).

Dari jumlah itu, katanya, tercatat 24.495 pendaftar yang sudah menjalani proses finalisasi persyaratan, namun hanya 24.413 pendaftar yang direkomendasi untuk mengikuti proses pengecekan kelengkapan persyaratan SNMPTN 2013 akan dilakukan hingga 27 Mei.

“Untuk pendaftar yang memproses pendaftaran Bidik Misi (beasiswa pendidikan miskin berprestasi) tercatat 4.272 siswa,” kata Ismaini, yang juga Kepala Badan Administrasi Akademik dan Keuangan (BAAK) ITS itu.

Ia menjelaskan ITS akan menerima 1.736 mahasiswa atau 50 persen dari jumlah pendaftar lewat jalur SNMPTN 2013, sedangkan tahun lalu hanya 700 mahasiswa yang diterima.

“Jurusan Teknik Informatika menjadi pilihan favorit, lalu peringkat berikutnya adalah Teknik Mesin, Teknik Industri, Teknik Elektro, dan Teknik Sipil,” katanya.

Sementara itu, jurusan paling sepi peminat adalah Transportasi Laut. “Tapi, pendaftar pada jurusan itu masih harus bersaing, dengan daya saing hanya 1:2 atau dua orang memperebutkan satu kursi. Jadi, persaingan tidak ketat,” katanya.

Sumber :
Editor :
Benny N Joewono
 Selasa, 12 Maret 2013 | 23:38 WIB

Lembar Jawaban UN Diberi ‘Barcode’

Ilustrasi

DEPOK, KOMPAS.com - Persoalan kebocoran soal  Ujian Nasional (UN) menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dalam penyelenggaraan UN selanjutnya. Untuk mengatasi hal tersebut, Kemdikbud mengeluarkan format baru untuk naskah soal dan lembar jawaban UN 2013.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud, Khairil Anwar Notodiputro, mengatakan bahwa tahun ini naskah soal dan lembar jawaban UN dibuat menjadi satu kesatuan sehingga pembagiannya tidak dilakukan terpisah seperti pada pelaksanaan UN sebelumnya.

“Tahun ini, antara naskah soal dengan lembar jawaban tidak terpisah seperti biasa. Kalau dipisah malah petaka, karena jawaban anak bisa jadi tidak sesuai antara soal dan lembar jawaban UN,” kata Khairil saat Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2013 di Pusat Pengembangan Tenaga Pendidikan di Depok, Selasa (12/2/2013).

Ia juga mengingatkan jika ada lembar jawaban yang rusak dan minta penggantian maka naskah soalnya juga harus diganti begitupula sebaliknya. Dengan demikian, potensi rumor kecurangan pada UN melalui cara memasukkan kode soal secara acak tidak lagi dapat dilakukan.

Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Teuku Ramli, membenarkan format baru ini. Bahkan pada lembar jawaban UN tertera barcode yang mengindikasikan kode naskah soal UN. Nantinya barcode ini akan dipindai oleh alat tertentu saat jawaban UN dikoreksi.

“Jadi tidak perlu lagi siswa memasukkan kode naskah soal karena sudah ada barcode itu,” ujar Ramli.

“Jika mau curang dengan menukar lembar jawaban maka saat dikoreksi jawabannya tidak akan sesuai dengan soal karena ada barcode itu,” tandasnya.

Selain penggunaan barcode dan penyatuan naskah soal dengan lembar jawaban UN, Kemdikbud juga menyiapkan 20 variasi soal pada UN tahun ini sehingga anak-anak bisa berkonsentrasi pada soalnya masing-masing tanpa perlu melihat pekerjaan temannya.

 

Editor :
Caroline Damanik
 Penulis : Riana Afifah | Selasa, 12 Februari 2013 | 16:14 WIB

Ini Dia Jadwal UN 2013

Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akhirnya merilis secara resmi jadwal Ujian Nasional (UN) 2013 melaluilaman resmi Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud. Jadwal UN 2013 ini tercantum dalam Prosedur Operasi Standar UN yang diunggah pada Rabu (30/1/2013) ini.

Kepala Balitbang Kemdikbud, Khairil Anwar Notodiputro, mengatakan bahwa Prosedur Operasi Standar UN atau biasa disebut POS UN ini baru ditandatangani oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) pada Selasa (29/1/2013) lalu. Dalam POS UN ini, tidak hanya jadwal UN saja tapi juga dicantumkan peraturan lain seperti standar kelulusan dan tata tertib.

“POS UN sudah diunggah dan dapat dilihat di website Balitbang dan BSNP. Kemudian hardcopy dansoftcopy juga sudah dikirimkan ke masing-masing Dinas Pendidikan Provinsi,” kata Khairil kepada Kompas.com, Rabu (30/1/2013).

Berdasarkan POS UN tersebut, UN untuk tingkat SMA/MA akan diselenggarakan pada tanggal 15-18 April. Sementara untuk tingkat SMK dan SMALB, UN akan digelar pada tanggal 15-17 April. Bagi siswa yang sakit atau berhalangan hadir dapat mengikuti UN susulan yang diselenggarakan pada tanggal 22-25 April.

Untuk tingkat SMP/SMPLB/MTs, UN digelar pada tanggal 22-25 April dengan rincian mata pelajaran bahasa Indonesia, bahasa Inggris, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Sama seperti tingkat SMA, UN susulan dilakukan sepekan setelah UN berlangsung yaitu pada tanggal 29 April-2 Mei.

Sementara untuk tingkat SD/SDLB/MI, UN akan diselenggarakan pada tanggal 6-8 Mei dengan mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA. UN susulan bagi yang sakit atau tidak hadir akan dilaksanakan pada tanggal 13-15 Mei.

Untuk pengumuman kelulusan sendiri, tingkat SMA/SMALB/SMK/MA akan diumumkan pada tanggal 25 Mei. Kemudian tingkat SMP/SMPLB/MTs diumumkan pada tanggal 1 Juni dan tingkat SD/SDLB/MI pengumuman hasil UN 2013 dilakukan pada tanggal 8 Juni.

Editor :
Caroline Damanik
Penulis : Riana Afifah | Kamis, 31 Januari 2013 | 08:09 WIB

Yuk, Intip Kisi-kisi UN 2013!

JAKARTA, KOMPAS.com — Di tengah polemik rencana pelaksanaannya tahun depan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  melalui Badan Standar Nasional Pendidikan  atau BSNP akhirnya merilis kisi-kisi soal Ujian Nasional 2013. Perkiraan soal untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah itu mulai disosialisasikan di laman resmi BSNP sejak hari Selasa (20/11/2012).

Dalam laman tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mencantumkan tiga tautan, yaitu tautan surat keputusan (SK) tentang kisi-kisi soal ujian nasional (UN), tautan berisi kisi-kisi soal UN untuk jenjang sekolah dasar, serta satu tautan berisi kisi-kisi soal UN untuk jenjang sekolah menengah pertama dan atas.

SK menyebutkan bahwa khusus kisi-kisi UN ini digunakan sebagai acuan dalam penyusunan soal UN dan memiliki masa berlaku selama tiga tahun.

Sosialisasi kisi-kisi soal UN ini sesuai dengan janji Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Kemdikbud Hari Setiadi, pekan lalu. Sebelumnya, rencana sosialisasi kisi-kisi memang sempat diundur dari bulan Oktober ke bulan November.

Kepada Kompas.com, pekan lalu, Hari mengatakan, para guru dapat segera memanfaatkan kisi-kisi ini sebagai acuan untuk mengajarkan materi yang sesuai kepada siswanya. Selain melalui situs resmi BSNP dan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud, kisi-kisi akan disosialisasikan melalui dinas pendidikan di masing-masing daerah.

Materi yang dimuat dalam kisi-kisi dan akan diujikan dalam UN tahun depan pun tidak jauh berbeda dengan kisi-kisi soal UN 2012. Oleh karena itu, meski soal UN akan dibuat dalam 20 variasi, menurut Hari, guru dan siswa tak perlu khawatir.

Editor :
Caroline Damanik

Lomba Matematika Di Surabaya SCOMDEX22

SCOMDEX 22 Surabaya Computer and Dealer Exhibition, 30 November – 4 Desember 2012 Grand City Surabaya.

Pada Pameran komputer Scomdex ke -22 di surabaya APKOMINDO Jawa Timur bekerja sama dengan Lima benua Koneksindo & Solusi Mitra Sejati menyelenggarakan lomba matematika dengan peserta mulai dari kelas 4 – 6 SD.

Acara ini berlangsung di Grand City Surabaya, dan dilaksanakan 2 hari yaitu pada tanggal 1 Desember 2012 pukul 14.00 – 17.00 WIB dan 2 Desember 2012  pada pukul 11.00 – 13.00 WIB. Acara ini Gratis artinya siapa saja bisa ikut asalkan sesuai dengan kriteria dan syarat yang telah di tentukan oleh panitia penyelenggara.

Acara ini berhadiah Trophy dan uang tunai jutaan rupiah, jadi buat kalian yang ingin ikut berpartisipasi dalam acara ini bisa langsung saja hubungi mereka :

- Kak Tyo : 031 81057977

-Kak Ryan: 0899 3484 747

Cara Upgrade / Update Software Pendidikan Animasi Matematika

Berikut ini kami sediakan panduan untuk meng Upgrade / Update Software ini :

 

 

1. Hapus Software Animasi yang ada.

2. Install jenjang software animasi terbaru.

3. Internet / Koneksi dalam keadaan Aktif (Online).

4. Masukan Key aktifasi.

5. Selesai.

Menjunjung Bahasa Nasional, Memelihara Bahasa Lokal

Sejumlah murid Taman Kanak-kanak Al Ikhwan Kiaracondong di Jalan Diponegoro, Bandung, Jumat (20/4), berdandan dengan pakaian tradisional dan kebaya untuk menyambut Hari Kartini. Peringatan Hari Kartini dilakukan untuk mengajak anak-anak usia dini mengenal nilai-nilai kepahlawanan dan keteladanan sosok Kartini.

JAKARTA, KOMPAS.com — Berbahasa satu, bahasa Indonesia. Dari awalnya, bahasa Indonesia dideklarasikan dan ditujukan sebagai bahasa pemersatu untuk banyak etnis yang diam di Nusantara.

Oleh karena itu, penguatan mata pelajaran Bahasa Indonesia perlu dilakukan di sekolah sejak dini. Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Mahsun, berharap sekolah bisa memberikan pengetahuan dasar soal kebahasaan yang dapat menjunjung kebahasaan untuk mempererat persatuan bangsa.

“Indonesia memiliki 546 bahasa lokal, sekarang suku bahasa mana yang akan menjadi representasi bangsa Indonesia? Kalau bukan diangkat bahasa melayu yang waktu itu penuturnya sedikit, hanya untungnya komunitas kecil ini tersebar di seluruh wilayah,” tuturnya kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Mahsun berharap penguasaan bahasa Indonesia didukung pula dengan dengan pemeliharaan bahasa lokal di daerah masing-masing. Baik di dalam keluarga masing-masing maupun melalui mata pelajaran muatan lokal, nilai-nilai lokal bisa ditanamkan.

“Cerdas juga para pendiri negara ini, Sumpah Pemuda itu menyebutkan kita untuk menjunjung tinggi bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa. Adapun bahasa lokal daerah lain yang kita pelihara di rumah dapat menjadi satu identitas silsilah keluarga masing-masing,” katanya.

Meskipun ada persoalan politis dalam dua kelompok kebahasaan di Indonesia, Mahsun tetap melihat bahwa pemeliharaan bahasa daerah penting. Apa pentingnya?

“Bagaimana pun bahasa lokal dapat menelusuri kekerabatan. Dari sana pun, kita bisa mengarahkan untuk memahami perbedaan satu dengan yang lain. Sebab, hubungan historis ini akan mengarahkan pada satu nenek moyang,” ungkapnya.

Editor :
Caroline Damanik

Penulis : Ali Sobri | Selasa, 30 Oktober 2012 | 14:19 WIB

Bahasa Indonesia, Riwayatmu di Mata Anak

JAKARTA, KOMPAS.com — Rencana tidak diwajibkannya lagi mata pelajaran Bahasa Inggris di jenjang dasar pendidikan dasar di sekolah melibatkan bahasa Indonesia. Berdasarkan salah satu pernyataan pejabat kementerian yang mengurusi pendidikan dan kebudayaan di negara ini di suatu kesempatan,penguasaan terhadap bahasa pemersatu Tanah Air ini disebut-sebut sebagai kambing hitam.

Bukan tanpa pengalaman. Dengan kemampuan otaknya yang cerdas, anak-anak sekarang sudah mampu menguasai bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Dalam pembicaraan sehari-hari, para orangtua membiasakan anak-anak mereka untuk bercakap-cakap dalam bahasa Inggris. Di mal-mal, percakapan antara orangtua dan anak dalam bahasa Inggris sudah biasa didengar. Di rumah juga apalagi. Oleh karena itu, tak sedikit anak yang tumbuh dengan pemahaman yang lebih baik terhadap bahasa Inggris daripada bahasa Indonesia.

Sementara itu, sebagian orangtua lagi, dan juga generasi usia 30 tahun ke atas, mulai resah terhadap masa depan bahasa Indonesia menyusul maraknya penggunaan bahasa alay, bahasa percakapan gaul remaja masa kini, dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari iklan televisi sampai soal ulangan di sekolah pun sudah tertular demam alay.

Keresahan ini juga bukan tanpa dasar. Masalahnya, bahasa alay digunakan setiap hari sebagai bahasa percakapan oleh anak-anak dan para remaja yang sedang mencari identitas diri. Namun, bukannya bahasa itu mudah dikuasai saat dibiasakan?

Belum lagi soal teladan para negarawan dan tokoh publik. Ajip Rosidi, salah satu sastrawan Indonesia, mengungkapkan kegelisahannya terhadap nasib bahasa Indonesia. Ajip menyoroti penggunaan bahasa “gado-gado” di kalangan tokoh publik, mulai dari para pejabat, kaum intelektual, sampai para selebriti.

“Mereka minder atau takut dianggap bodoh ketika menyampaikan pikirannya dengan bahasanya sendiri!” ungkapnya.

Dalam penyelenggaraan ujian nasional (UN) untuk SMA, termasuk tahun ini, fenomena menarik muncul. Selain karena matematika, banyak siswa yang tidak lulus karena gagal meraih nilai minimal dalam ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Jadi, lengkaplah sudah. Ada apa dengan bahasa Indonesia?

Editor :
Caroline Damanik
 Penulis : Caroline Damanik | Senin, 29 Oktober 2012 | 11:39 WIB

Gerakan Indonesia Berkibar Diluncurkan

Dalam peluncuran Gerakan Indonesia Berkibar, Minggu (28/10/2012) perwakilan pemuda (dari kiri) Alissa Wahid, Alexandra Asmasoebrata, dan Iman Suman membacakan Janji Gerakan Indonesia Berkibar, yaitu Menciptakan manusia Indonesia yang cerdas dan berakhlak mulia, menyejahterakan bangsa dan negara, menyetarakan Indonesia di kancah Internasional.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gerakan Indonesia Berkibar (GIB) secara resmi diluncurkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh di Museum Arsip Nasional, Jakarta, di hari Minggu, (28/10/2012) sore. Di momen peringatan Sumpah Pemuda tahun ini, cita-cita untuk pendidikan yang merata dirintis dengan semangat gotong royong.

“Sejalan dengan gerakan Sumpah Pemuda, melalui pendidikan kami ingin mewujudkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang cerdas dan progresif,” ujar Ketua Umum GIB, Shafiq Pontoh, saat memberikan sambutannya di acara peluncuran tersebut.

Gerakan ini mengusung program peningkatan kualitas pendidikan, yang terdiri dari peningkatan profesionalisme guru, kepemimpinan pendidikan dan manajemen sekolah, tata kelola sekolah, serta program lanjutan bagi komunitas sekolah di area spesifik.

“Langkah kecil ini, kami kira perlu didukung secara nasional, karenanya kami melakukan sosialiasi ke beberapa kota, untuk merangkul semua lapisan masyarakat. Dari sana muncul anak-anak muda, media, pihak swasta yang ternyata peduli dengan pendidikan ini. Saya yakin, tanpa kita semua, akan berat membangun pendidikan yang lebih baik,” tambahnya.

Peranan masyarakat dalam gerakan yang digagas Putra Sampoerna Foundation ini lebih menekankan pihak-pihak tertentu untuk bersama-sama mendukung pendidikan merata dan berkualitas. Perwakilan pemuda seperti Alissa Wahid, Alexandra Asmasoebrata, dan Iman Suman, diminta untuk membacakan Janji Gerakan Indonesia Berkibar yang berisi ungkapan menciptakan manusia Indonesia yang cerdas dan berakhlak mulia, menyejahterakan bangsa dan negara, serta menyetarakan Indonesia di kancah internasional.

“Peran pendukung pendidikan, seperti Kementerian Pendidikan, kamar dagang, dan pemerintah daerah adalah memastikan aspirasi para pihak yang peduli akan perbaikan pendidikan, sehingga dengan fungsinya kebijakan-kebijakan pun mendukungnya, ” jelas Shafiq.

Selanjutnya, peran mitra seperti perusahaan swasta dan institusi yang mengalokasikan dana corporate social responsibility (CSR) dapat menjalankan program tanggung jawab sosial berupa perbaikan kualitas pendidikan. Adapun pihak fasilitator, berupa yayasan, LSM, duta dan relawan, dapat mengedepankan program perbaikan kualitas pendididikan. Fasilitator dapat menawarkan program yang bisa membawa pendidikan Indonesia melahirkan calon pemimpim masa depan yang mampu menjawab tantangan global.

Sementara itu, para pemberi pengaruh, mulai dari media, industri hiburan, pengusung pendidikan, tokoh masyarakat, penggiat sosial media, orangtua, kepala sekolah, sampai institusi sekolah, berfungsi untuk meningkatkan pemahaman akan pentingnya pendidikan melalu penyebaran informasi untuk memperbaiki kualitas guru dan sekolah di Indonesia.

 

Editor :
Caroline Damanik
Penulis : Ali Sobri | Minggu, 28 Oktober 2012 | 20:38 WIB